Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

12/25/2008

Memaknai Natal

Natal buat saya bukan lagi hanya moment relijius, tapi jauh lebih dari itu. Natal adalah fenomena sosial yang lebih majemuk dan lebih dari sekadar kebutuhan batin masing-masing personal. Natal adalah sebuah moment langka yang menjadi miniatur sikap keseharian kita di antara para sesama. Bagaimana kita berbagi kebahagiaan, bagaimana kita gotong royong dan saling membantu, bagaimana kita mengesampingkan ego pribadi, bagaimana kita memberi kemudahan kepada pemeluk agama lain, dan tentu saja memaknai perbedaan sebagai cerminan indah keanekaragaman makhluk Tuhan, mirip pelangi yang bukan hanya indah dari kejauhan, tapi juga memberi rasa sejuk dan damai. Hari Natal adalah hari biasa seperti hari-hari lain yang terdiri dari 23,9 jam dan terbagi dalam siang dan malam, tapi selain itu Natal adalah moment spesial yang memiliki makna yang kompleks dan lebih dari sekadar simbol pohon Natal, yang tentu saja alangkah ruginya jika kita melewatkan kesempatan untuk mengapresiasinya dari sudut pandang kita sebagai makhluk sosial yang berbudaya tinggi dan luhur. Selamat Natal kawan-kawan, rekan-rekan, saudara-saudara, para kerabat..

8/24/2008

Mereka Yang Perlu Sedekah

Prens, Tahukah anda, bahwa orang-orang berikut tidak patut kita jadikan sebagai hantu dan tak perlu ditakuti, tapi kita justru perlu berempati? Berikut daftarnya : Si Mahal Senyum : Salah kalau anda menjauhi seseorang hanya karena beliau pelit senyum. Sebaliknya anda telisik lebih lanjut, jangan-jangan beliau punya sumber masalah yang sering bikin beliau kesulitan buat bagi-bagi senyum. Si Galak : Jangan kira dengan menjadi galak akan membuat seseorang menjadi hepi. Coba tebak, masalah atau beban seberat apa yang sehari-harinya harus dipikul oleh seseorang sehingga menyebabkan kekurangan waktu untuk menjadi ramah. Si Pendiam : Orang pendiam biasanya ada beberapa kemungkinan : karena angkuh? oho, anda harus bisa menyelamatkan beliau ini dari bencana, ajarilah dengan kebiasaan rendah hati dan keramahan terhadap orang lain. Kemungkinan lain adalah pendiam karena tidak punya percaya diri, we'e'e'e, yang ini tentu harus lebih anda kasihani. Sebenarnya yang menjadi masalah hingga seseorang minder bukanlah melulu karena kebodohan atau kekurangan lain, hanya saja kemungkinan beliau belum menemukan keunggulan diri yang bisa dijadikan bekal buat bergaul. Yakinlah bahwa seminder apapun seseorang, nantinya akan menjadi biang bantuan bagi orang lain saat mana beliau telah menemukan kelebihan-kelebihan beliau; Si Rewel : Hampir bisa dipastikan bahwa orang menjadi rewel karena kurang perhatian yang tentunya disebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Saat menghadapi orang yang rewel, coba tawarkan bantuan, atau saat anda selesai menolongnya dalam sebuah urusan, tawarkanlah bantuan lain, efeknya adalah beliau akan lebih hormat kepada anda karena anda telah bisa mengenali beliau dengan baik (tentunya orang orang rewel yang masuk kategori waras :p) Weks.. apa perlunya anda mengurusi orang-orang seram di atas? Wehehe, saya cuma ingin memberitahu, bahwa sekecil apapun kebaikan yang anda lakukan, suatu kelak akan berbalik kepada anda. Percaya saja, hukum alam adalah hukum yang dijalankan langsung oleh pencipta alam ini tanpa campur tangan oknum manapun. Cheers...

5/31/2008

Usia Rawan

Usia 11 atau 12 atau 13, tidak perlu dibahas. Usia 17 atau 18, rawan krisis identitas atau jati diri. Orang akan terobsesi dengan tokoh lain yang dikagumi atau digemarinya. Usia ini sering membuat orang mengidentifikasikan dirinya sebagai tokoh pujaannya, dan repotnya lagi sering berganti-ganti nama ;) Usia 23 atau 24, rawan krisis kepercayaan diri. Terkait masa transisi meninggalkan masa remaja, orang akan berada pada posisi bingung untuk menganggap dirinya remaja ataukah dewasa.Di usia ini, orang yang telah menganggap 'berhasil' akan meningkat rasa percaya dirinya secara pesat. Sebaliknya pada yang 'belum jadi apa-apa' atau malah 'belum lulus', huehehehe. Usia 29 atau 30, rawan stress. Usia ini seolah-olah menuntut setiap orang yang akan memasuki umur kepala 3 untuk segera berkeluarga. Belum lagi masalah lain jika saja belum punya penghasilan tetap atau usahanya belum berhasil. Hari gini masih lajang? apa kata dunia..??!! Usia 38 atau 39, rawan status quo. Orang akan dibayang-bayangi oleh pikiran peralihan dari masa muda ke masa paruh baya. Apa yang akan anda pikirkan saat anda merasa tak cocok lagi kongkow-kongkow atau bercengkerama dengan teman-teman sebaya yang tentunya dengan gaya muda. Usia lainnya : maap mas, mbak, saya belum mengalaminya :p

8/05/2007

Dasar Pertimbangan Paling Utama

MGK Company, Sabtu 4 Aug 07

Ada banyak dasar pertimbangan yang bisa diambil sebelum melakukan pertimbangan.
Kita bisa berpikir dari sisi religi, kemanusiaan, atau bahkan keuntungan.
Tapi di atas itu semua, tentunya harus diingat bahwa semua perbuatan akan memiliki akibat. Jadi, segala perbuatan kita adalah menjadi sebab atas hal-hal yang ditimbulkannya.

Kenapa kita harus mengecilkan suara radio kita pada tengah malam?
Dari sisi agama, kemanusiaan, dan juga sisi keuntungan diri, tentu sudah bisa kita pahami dengan jelas. Tak ada manfaatnya!
Apa yang kita pikirkan saat kita perkirakan efek buruknya?
Batu melayang? Dicaci tetaangga? Diperkarakan di RT? Atau terburuknya adalah diasingkan dari kehidupan sosial atau bahkan diperkarakan di pengadilan? Jelas terlihat efek terburuknya. So? Sesuatu dalam diri kita akan dengan jelas melarang kita mendengarkan radio dengan suara maksimal pada tengah malam.

Jadi?
Pertama, pikirkan efek-efek terburuk dari sebuah tindakan sebelum kita lakukan. Itu akan bisa mengontrol sebuah engine pembuat keputusan pada otak kita, dan sekaligus bisa mengurangi atau bahkan membuang ego kita.

Clear?

------------------------
Sedikit catatan yang 'diingat' dari meeting reguler hari Sabtu, 4 aug07 :p
عبد العزيز

Create your badge