12/07/2007

Yang ke-sekian tentang Friendster : review?

Ini tak bisa dikatakan sebagai review karena seringnya ditemukan cacat pada situs jaringan sosial ini. Friendster yang populer tetap saja belum meningkat signifikan dalam hal error handling. Kenapa? Terlalu kompleks kah strukturnya? bukankah dengan banyaknya staff dan developer, seharusnya mereka bisa jauh lebih baik? Well, menurut kecamata saya sebagai pengguna dan sebagai sesama developer, si populer Friendster perlu berbenah lagi dalam hal : Error Handling - ini sudah sangat jelas. Terbukti beberapa kali ditemukan respon yang salah pada penggunaan yang benar. Sebagai contoh adalah kegagalan saat menampilkan halaman inisial dengan hanya menyebutkan error yang kurang manusiawi. Bisa saja kesalahan terjadi saat pemanggilan query atau saat sinkronisasi dynamic content dengan template, tapi tak ada keterangan spesifik. Atau -- yang baru sehari lewat -- bulletin dengan label, judul, dan pengirim yang benar akan menyesatkan kita ke masa tahun 1970 dengan isian yang kosong dan pengirim yang juga kosong setelah diikuti link judulnya. Kelihatannya error handling memang harus jadi point utama perbaikan dibanding kelengkapan apps/widget atau kekayaan template skin. Konsistensi yang Kurang ataukah plin-plan? - pada banyak kasus, sering ditemukan bahwa kode-kode HTML ditampilkan apa adanya, sedangkan pada saat lain ditampilkan dengan filter limitasi tag tertentu, tetapi saat lain pun muncul utuh tanpa filter. Ini disebut inkonsistensi yang akan membingungkan pengguna awam -- bahkan pengguna mahir sekalipun. Announcement pada Group - kelihatannya sepele. Tapi situs apapun -- terlebih lagi situs group seperti Friendster Group ini -- seharusnya memberikan announcement pada email dan halaman inisial untuk segala aktivitas. Bayangkan jika aktivitas group sudah tergolong tinggi dan kita perlu terus menerus memelototi halaman depan group hanya untuk memeriksa apakah ada aktivitas baru. Sungguh sayang dengan mutakhirnya teknik announcement saat ini -- bahkan friendster sendiri menggunakan beberapa email subdomain yang berbeda untuk announcement reguler -- justru friendster Group belum menggunakannya. Baiklah, rasanya tak adil jika hanya mencela. Di luar itu semua, kecangihan Friendster sudah saya akui sejak dulu -- setidaknya teknologi-teknologi yang belum berhasil saya pelajari (atau saya yang termasuk lambat ya:p). Sebut saja importer account yang bisa mengembat friendlist kita di Y!messenger, MSN, GMail, dan beberapa penyedia account lain -- tentu saja dengan memasukkan password kita pada masing-masing account tersebut. Tapi saya tak menyarankan fitur ini, karena -- masih menurut saya -- Friendster tak bisa dipercaya. No reason to tell ya, maaf! Kelengkapan daftar filternya untuk kata-kata indah juga lumayan bagus. Contoh saja, posting bulletin kita akan ditolak jika mengandung kata-kata f*ck, s*ck atau kata-kata sejenis lainnya (tanpa sensor loh). Sayangnya filter ini tidak diapply pada Friendster Blog dengan alasan yang belum jelas (bagi saya khususnya). CSS Generator juga termasuk teknologi yang masih saya kagumi sampai saat ini, meskipun naga-naganya dibuat oleh pihak luar. Okelah, harapan terakhir terhadap situs yang makin hari makin marak ini hanyalah perbaikan saja. Jangan malu untuk lebih bercermin pada beberapa "rekan sejawatnya", seperti FaceBook, Multiply (yang katanya mengedepankan kualitas, bukan kuantitas), atau bahkan situs forum sekalipun. Berbesar hatilah karena kian hari penggunamu kian banyak -- yang terpantau secara iseng saja -- yang mana efek sampingnya adalah tingkatkan space dan bandwith quota (hehea). Peace man... Good Luck Friendster team!

No comments:

عبد العزيز

Create your badge