Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

12/09/2008

Friendster – Situs yang paling enggak efektif.

Wuahahhaa…. Tiba-tiba saya pengen [lagi] mencaci-maki Friendster. Mau tau hal-hal nggak penting yang sering terjadi di Friendster? - profil seseorang berisi semua hal-hal tetek-bengek mengenai pemilik profil dan menggunakan bahasa suka-suka dia, dan hampir semuanya nggak penting – mengenai makanan paporit lah, kebiasaan-kebiasan bodoh lah, sampai-sampai ciri suara kentut pun jangan-jangan juga ditulis disitu (wakakaka…). Pokoknya hampir pasti anda nggak akan menemukan hal yang berguna pada profil seseorang di Friendster. - shoutOut atau status tag biasanya berisi keluhan atau cacian kepada orang lain yang nggak jelas pulak siapa yang dimaksud. Kadang-kadang shoutOut juga jadi media salah kaprah (kenapa nggak nulis di blog atau situs newspaper sekalian?). - Orang-orang mengupdate foto dengan pose-pose terbaru. Coba yah kalau saja update foto berisi screenshot acara-acara keren atau event-event menarik lainnya. - Announcement yang nongol setiap malam, padahal setingan sudah dinonaktifkan. Lucu banget setiap malam nerima email dari friendster yang isinya “Sobat anda masang aplikasi anu, sobat anda menjadi penggemar dari artis anu…” slepek…. - Bulletin biasanya berisi catatan pribadi atau pertanyaan-pertanyaan bodoh yang enggak ada gunanya buat orang lain, padahal harusnya buletin adalah media informatif yang efektif. - Friendster Group seringnya malah menjadi ajang pamer nama, bukan media berbagi pengalaman. - Yang paling buduh adalah blognya, jarang sekali orang mengisi blog di Friendster dengan hal-hal positif yang sifatnya ilmiah atau berbagi ilmu pengetahuan. - Friendster Message sering menjadi sarang spam dan hoax. Kasihan sekali orang-orang pengguna Friendster yang tertipu dengan segala macam hoax dari orang-orang yang pengen membuat trafik Friendster menjadi overload. - Parahnya agi, saya adalah salah satu di antaranya, wuahahaha…… - Peace…inii cuman mop akhir tahun….. Moga-moga Friendster melihat ledekan-ledekan ini dari sudut pandang yang positif. Friendster, we want you to grow up much better … Tambahin benwit lowh… dari 4 situs wajib yang tiap hari gw jadiin patokan pengukuran loadSpeed, loe paling lemoodth….. payakh… Sadar diri dunk… pengguna bejibun, naikin kapasitas dan limitasi trafik kek… Ituh nasehat dari saiiaa.. kalau dikau tiada mauw tenggelam…. (orang-orang pada beralih ke situs lain tauw…)

11/10/2008

Cool Jazz (Pop, Rock, Punk to Jazz)

Track-track aslinya sih tadinya berirama pop/rock/punk. Gilak! Digarap jadi jazz yang cool banget… Saya tercengang saat mencoba kompilasi jazz ini : begitu miripnya dengan lagu-lagu jazz asli, begitu kental nuansa jazznya, hingga ke vokal-vokalnya. Bahkan orang yang sebelumnya sudah mengenal lagu-lagu dalam format aslinya pun akan langsung terkecoh. Wueh… Super kreatip. Nuansa yang diciptakan oleh kompilasi ini adalah santai, netral, tanpa sepercikpun emosi atau sentimen. Cobain deh.. 1. (Unknown Artist) - Are you gonna be my girl (Jet) (2:28)
2. (Unknown Artist) - Buddy holly (Weezer) (1:40)
3. (Unknown Artist) - Butterfly (Crazy town) (1:16)
4. (Unknown Artist) - Chop suey (SOD) (2:31)
5. (Unknown Artist) - Crazy (Britney Spears) (1:55)
6. (Unknown Artist) - Creep (Radiohead) (2:14)
7. (Unknown Artist) - Feeling This (Blink 182) (1:52)
8. (Unknown Artist) - Hash pipe (Weezer) (1:48)
9. (Unknown Artist) - Hey Ya (Outkast) (2:00)
10. (Unknown Artist) - Last Resort (Papa Roach) (1:43)
11. (Unknown Artist) - One Step Closer (Linkin' Park) (1:43)
12. (Unknown Artist) - Radio (Robbie Williams) (2:21)
13. (Unknown Artist) - Track07 (1:49)
14. (Unknown Artist) - What's My Age Again (Blink 182) (1:29)
15. (Unknown Artist) - Yellow (Coldplay) (0:26) 15 tracks in playlist, average track length: 1:49Playlist length: 27 minutes 15 seconds Satu lagi hal yang saya rasakan : para penggarap kompilasi ini seolah-olah membiarkan alur pada setiap tracknya berjalan apa adanya, dibiarkan mengalir sesuai moodnya sehingga jadinya tidak menyuguhkan komposisi tambahan (semacam intro ataupun interlude) yang akan menyimpang dari ide dasarnya, jadi wajar saja jika track-length-nya pendek-pendek (ad ayang kurang dari 1 menit malahan)
Yang jelas, nggak akan rugi deh nyobain bauran komposisi dalam kompilasi ini..

Earl Klugh - For The Love of You

Meskipun kebanyakan single-single dari Earl Klugh lebih tepat dijadikan backsound tengah malam yang tenang (terlalu tenang malah), tapi yang satu ini terasa lebih hidup dengan nuansa “cinta” (ededeh… to twiitt….);
Mungkin itu sebabnya, komposisi ini jadinya diberi title “For The Love of You” yang sedikit nyerempet tema cintrong..
Gebrakan manis-manisnya sudah terasa loh sejak beat pertama. Memang gitaris yang mulai dikenal sejak usia angka sial ini (umur 13) lebih piawai meramu komposisi yang konsentratif dibanding gitaris-gitaris jazz lainnya yang lebih banyak mengedepankan cabikan-cabikan gitarnya yang catchy atau memancing selera buat ngedance..

4/27/2008

Pocongisasi

Title : Pocong 3 Publisher : SinemArt Director : Monti Tiwa Saya jadi mrenges sendiri ketika akhirnya terpaksa nonton film ini. Kenapa? Film-film saya sudah habis ditonton. Dan libur saya kelamaan, 2 hari! Gilak! Cerita inti film ini adalah, keluarga Putri yang merupakan satu-satunya keluarga yang secara turun-temurun (dan tanpa bisa dihindari) telah mewarisi ilmu hitam sejak masa kasultanan Demak. Para pewaris ilmu ini akan memiliki kesaktian yang -- konon -- luar biasa. Kebal senjata, bisa mempengaruhi psikis lawannya, bisa memulihkan luka dalam waktu singkat, pokoknya intinya adalah Hebat! Sakti! Mandraguna! How it works? Ada setan gentayangan yang melindungi pemilik ilmu ini. Ayah Putri begitu takutnya dengan efek-efek negatif dan tradisi pewarisan ilmu ini ke putri tunggalnya, sehingga memutuskan meninggalkan keluarganya, yang berakhir dengan kematiannya tanpa didampingi Putri. Setelah Ayahnya tutup usia, gejala-gejala menurunnya ilmu laknat ini akhirnya mulai terlihat pada diri putri. Secara umum, hampir tak ada bedanya dengan film horor Indonesia lainnya -- oops, maksudnya film hantu Indonesia lainnya -- :). Yah, sebut saja misale ada visualisai kuburan, baju hitam, tokoh tua atau yang dituakan (kali ini kita ketemu dengan aktris gaek Rina Hassim), lalu peran dukun mendukun, atau paling tidak sekedar peramal. Hampir seluruhnya masih sama. Maayarakat film kita masih seperti ini, horor abis! Hantu abis! Untungnya kali ini mas Monti Tiwa menyelipkan nuansa-nuansa yang berbeda, meskipun tidak banyak. - Unsur historis Aha!. Saya suka semua film yang punya unsur historis. Meskipun memang dibuat-buat. Sayangnya di film ini unsur historisnya -- yang menyebut-nyebut kisah heroik jaman penjajahan dan kedigdayaan jaman kasultanan Demak -- terlalu sedikit, sehingga sangat terkesan dipaksakan. Sekedar bumbu agar tidak terlalu hambar. Mungkin akan lebih baik lagi jika prolognya adalah berupa adegan eksekusi sang pemilik ilmu hitam pada zaman Sultan X di Demak, ketimbang adegan masa kecil Putri dan mendiang ayahnya. - Kepadatan dialog Saya memuji film ini dari sisi dialog. Padat dan deskriptif. Nggak basi! Dengan mendengar satu sesi dialog -- katakanlah satu kalimat sebelum disela tokoh lain -- kita akan tahu "mereka sedang membicarakan hal apa" atau "kenapa begini?", "dia sedang apa?", kaitannya dengan hal-hal sebelumnya yang memang tidak ditunjukkan di film ini. - Penataan musik Anggap saja kali ini musiknya lebih manusiawi. Musik melow bernuansa klasik, dibanding musik hantu pada umumnya. - Visualisasi bentuk hantu yang real. Terlalu real malahan :). Segala jenis hantu yang muncul diwujudkan dalam bentuk fisik yang bisa diraba, dilihat, dan disentuh seperti halnya manusia normal lain. Pihak SinemArt sepertinya sengaja membuat perbedaan dengan tidak memakai efek-efek murahan seperti outline hijau muda, mata merah menyala, dan efek-efek norak lain. Saya memujinya dalam hal ini. -Pertentangan Tokoh Sebut saja antara sang tante (Rina Hassim) dengan nona Putri sendiri, antara Putri dan seniornya di klab, atau bahkan antara pocong -- yang ternyata adalah ayah Putri -- dengan hantu jahat yang merupakan hantu warisan leluhur. - Pembauran tema Isu yang dimunculkan bukan hanya isu-isu berbau hantu, tetapi isu lain yang -- untungnya -- masih cukup untuk menepis anggapan bahwa orang akan tau adegan-adegan mengerikan jenis apa yang akan ditonton hanya dengan menonton awalnya. Saat orang membicarakan ilmu kebal, maka ada adegan menusuk perut, dada, menyayat tangam, dan ditampakkan secara real. Good. Well, mungkin review saya akan lebih valid jika saya menonton dua film lain dengan judul yang sma, atau sequel dari film ini :). Kapan-kapan deh :p *** Masih banyak hal-hal yang perlu dicatat oleh tim pembuat film Pocong 3 ini, saya rasa : - Perlu diasah lagi tuh gaya monoton nona Putri. Masih terlalu kaku. Dan dingin. Yang perlu diingat adalah, orang bersedihpun akan tertawa pada kesempatan lain, meskipun itu adalah menertawakan dirinya sendiri. - Kurang berani melawan arus. Nunasa-nuansa perbedaan yang berusaha diciptakan seolah-olah dijalankan setengah-setengah. Kurang total. Coba deh, siapa tahu akan ada revolusi besar dalam dunia horor -- dunia hantu -- di perfilman Indonesia.

12/12/2007

Bug PHPNet.us yang berlarut-larut

Beberapa minggu ini saya gagal membuka cpanel saya di freehosting, dengan alamat cpanel http://storious.phpnet.us/cpanel . Asumsi maintenance saya tepis seketika begitu masalahnya tidak membaik hingga hari ini. Yang terjadi adalah sebuah halaman blog 'mengambil alih' halaman yang seharusnya adalah halaman login yang dilanjutkan dengan filemanager dan konco-konconya. Tidak ada pemberitahuan 'harus kemana' meskipun pada awal halaman tertulis 'anda sedang mengunjungi halaman lama dan sedang dialihkan'. Ini murni situs blog meskipun bercerita tentang hosting dan tetek-bengeknya. Testing register dari awal pun dilakukan juga, dan mulailah tanda-tanda kejanggalan:
  • Email yang pernah saya gunakan tetap diterima. Saya punya beberapa account lain di phpnet.us dan pada pendaftaran saya yang terdahulu, email yang sama akan ditolak (begitulah normalnya).
  • Respon atas form yang disubmit sungguh ajaib : langsung DITERIMA! tanpa validasi!. Tapi halaman konfirmasi ulangnya sungguh nyentrik : URL yang disediakan sebagai URL saya dan termasuk URL untuk login cpanel seolah-olah digenerate dengan variabel kosong (so, input form tadi dicuekin dong berarti).
  • Halaman tadi juga menyarankan untuk menyimpan info detil ini untuk keperluan di kemudian hari, dan celakanya file yang seharusnya merupakan file portabel dengan format pdf, yang muncul dan dapat didownload adalah file tak diundang bernama pdf.php. Okelah, gak papa, kita download saja.
  • Tes mbuka file hasil download, hasilnya adalah semacam proses generate halaman pdf yang tidak selesai.

Conclusion Ada apakah dengan hostingan kebanggaan saya ini? Perlu saya beritahukan, bahwa phpnet.us adalah salah satu freehosting yang support PHP+MySql dengan fitur-fitur yahuud: -Menyediakan space sebanyak 350MB (begitulah kata 'beliau' di halaman depan http://phpnet.us/) . Bandingkan dengan hostingan berbayar di Indonesia yang rata-rata pelit (hehe, piss). -Tentunya juga tersedia space untuk database mySql, meskipun terbatas. -Fasilitas pendukung seperti PHPMyAdmin juga apailabel. -dan yang terpenting, bebas iklan/ad. Dijamin halaman bersih dari sampah yang tak diinginkan siapapun selain pemasangnya :D -lihat deh fitur keren lainnya. Sebagai maniak gratisan, tentu saya berharap 'badai pasti berlalu', dan freehosting kebanggaan saya segera sehat seperti sediakala. Pareng. Chayyoo.... free hosting. Idop gratisan......!!!

12/07/2007

Yang ke-sekian tentang Friendster : review?

Ini tak bisa dikatakan sebagai review karena seringnya ditemukan cacat pada situs jaringan sosial ini. Friendster yang populer tetap saja belum meningkat signifikan dalam hal error handling. Kenapa? Terlalu kompleks kah strukturnya? bukankah dengan banyaknya staff dan developer, seharusnya mereka bisa jauh lebih baik? Well, menurut kecamata saya sebagai pengguna dan sebagai sesama developer, si populer Friendster perlu berbenah lagi dalam hal : Error Handling - ini sudah sangat jelas. Terbukti beberapa kali ditemukan respon yang salah pada penggunaan yang benar. Sebagai contoh adalah kegagalan saat menampilkan halaman inisial dengan hanya menyebutkan error yang kurang manusiawi. Bisa saja kesalahan terjadi saat pemanggilan query atau saat sinkronisasi dynamic content dengan template, tapi tak ada keterangan spesifik. Atau -- yang baru sehari lewat -- bulletin dengan label, judul, dan pengirim yang benar akan menyesatkan kita ke masa tahun 1970 dengan isian yang kosong dan pengirim yang juga kosong setelah diikuti link judulnya. Kelihatannya error handling memang harus jadi point utama perbaikan dibanding kelengkapan apps/widget atau kekayaan template skin. Konsistensi yang Kurang ataukah plin-plan? - pada banyak kasus, sering ditemukan bahwa kode-kode HTML ditampilkan apa adanya, sedangkan pada saat lain ditampilkan dengan filter limitasi tag tertentu, tetapi saat lain pun muncul utuh tanpa filter. Ini disebut inkonsistensi yang akan membingungkan pengguna awam -- bahkan pengguna mahir sekalipun. Announcement pada Group - kelihatannya sepele. Tapi situs apapun -- terlebih lagi situs group seperti Friendster Group ini -- seharusnya memberikan announcement pada email dan halaman inisial untuk segala aktivitas. Bayangkan jika aktivitas group sudah tergolong tinggi dan kita perlu terus menerus memelototi halaman depan group hanya untuk memeriksa apakah ada aktivitas baru. Sungguh sayang dengan mutakhirnya teknik announcement saat ini -- bahkan friendster sendiri menggunakan beberapa email subdomain yang berbeda untuk announcement reguler -- justru friendster Group belum menggunakannya. Baiklah, rasanya tak adil jika hanya mencela. Di luar itu semua, kecangihan Friendster sudah saya akui sejak dulu -- setidaknya teknologi-teknologi yang belum berhasil saya pelajari (atau saya yang termasuk lambat ya:p). Sebut saja importer account yang bisa mengembat friendlist kita di Y!messenger, MSN, GMail, dan beberapa penyedia account lain -- tentu saja dengan memasukkan password kita pada masing-masing account tersebut. Tapi saya tak menyarankan fitur ini, karena -- masih menurut saya -- Friendster tak bisa dipercaya. No reason to tell ya, maaf! Kelengkapan daftar filternya untuk kata-kata indah juga lumayan bagus. Contoh saja, posting bulletin kita akan ditolak jika mengandung kata-kata f*ck, s*ck atau kata-kata sejenis lainnya (tanpa sensor loh). Sayangnya filter ini tidak diapply pada Friendster Blog dengan alasan yang belum jelas (bagi saya khususnya). CSS Generator juga termasuk teknologi yang masih saya kagumi sampai saat ini, meskipun naga-naganya dibuat oleh pihak luar. Okelah, harapan terakhir terhadap situs yang makin hari makin marak ini hanyalah perbaikan saja. Jangan malu untuk lebih bercermin pada beberapa "rekan sejawatnya", seperti FaceBook, Multiply (yang katanya mengedepankan kualitas, bukan kuantitas), atau bahkan situs forum sekalipun. Berbesar hatilah karena kian hari penggunamu kian banyak -- yang terpantau secara iseng saja -- yang mana efek sampingnya adalah tingkatkan space dan bandwith quota (hehea). Peace man... Good Luck Friendster team!

12/04/2007

Review : Story of the Year - Sidewalks

Item : Sidewalks Type : Musik, Emo, Punk-Rock Author : Story of the Year Album : Page Avenue (2003) Publisher : Maverick Records Tak lama setelah diterbitkan, single ini masuk 20 besar di chart US Modern/Rock. Di playlist saya sendiri -- Trip to Temple of Glory -- track ini akhirnya berpindah ke posisi paling atas setelah review sekitar 2 minggu (berdasarkan kekuatan tema dan karakter vokal/musik) Tak seperti entry lain di albumnya (Page Avenue), track ini terbilang cukup kompleks dan megah. Ada sisi akustik, semi orkestra (string sectionnya cukup kental), semi tekno (diwakili dengan drum-fx dan syntethizer), dan teknik perpaduan background vocalizing yang mumpuni. Tanpa menyimak liriknya, secara yakin saya langsung memasukkan track ini pada kategori 'Opening Theme" sehingga cocok masuk dalam playlist 'Trip to Temple of Glory'. Saya kira wajar jika band sekelas SOTY merilis single yang sedikit lebih mewah dibanding standar lagu punk-rock lain, dan ini -- jujur saja -- mengingatkan single lain di album yang sama (Anthem of Dying Day), dengan ketukan yang sama (6/8), dan dengan balutan beberapa fx syntethizer yang mirip. Ada beberapa hal yang perlu saya kritisi dalam aransemen lagu ini : -Kekuatannya nyaris statis dari awal sampai akhir. Meskipun ada satu bagian yang hanya menyertakan vokal dan iringan keyboard/syntethizer, tapi rasanya akan lebih variatif jika ada satu bait yang dimainkan secara clean tanpa campur tangan orkestra, sehingga ada jeda emosi yang lebih berkesan natural. Memang paduan seperti ini sudah umum ditemukan pada aransemen musik band lokal -- bahkan pasaran --, tapi komposisi seperti ini rasanya akan lebih cocok untuk tema lagu ini. -SOTY perlu membiasakan diri -- lebih tepatnya belajar, mungkin -- untuk lebih memberdayakan gitarnya dalam meramu tema. Bandingkan dengan Hoobastank, Muse atau Blink182 yang bahkan dengan satu gitar saja -- tanpa instrumen ritmis lainnya tentunya -- mampu menghadirkan tema yang pas tanpa mengurangi kelengkapan emosi. Anyway, lagu ini tetap cocok lah jadi track pertama di playlist ini. Trip to Temple of Glory tracklist:
  • Story Of the Year - Page Avenue\Sidewalks.mp3
  • U2\City of Blinding Lights.mp3
  • Sixpence None The Richer\Breathe Your Name.mp3
  • Vonray\Inside Out (Smallville Talon Mix Ost) .mp3
  • Savage Garden\Crash And Burn.mp3
  • Vertical Horizon\Everything You Want.mp3
  • Ronan Keating - Destination\Love Won't Work.mp3
  • Stabbing Steward\Bizarre Love Triangle (Not Another Teen Movie Soundtrack).mp3
  • Various Artists - Devil Wears Prada OST\Alanis Morissette - Crazy.mp3
  • Used, the\Blue And Yellow.mp3
  • Sum 41\Pieces.mp3
  • Savage Garden\Carry On Dancing.mp3
  • Roxette\You Don't Understand Me.mp3
  • Red Hot Chili Pappers\Road Trippin.mp3
  • Rasmus\No Fear.mp3
  • Groove Coverage - 21st Century Digital Girls\Angel Form Above.mp3
  • Goo Goo Dolls - Gutterflower\Broadway.mp3
  • Corrs, the - Borrowed Heaven\Angel.mp3
  • Plus 44 - When Your Heart Stops Beating\Interlude.mp3

Simak lagu ini di Youtube (http://www.youtube.com/watch?v=NdqdgPrsLiw)

Profil SOTY di English Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Story_of_the_year)

XMPlay : Kupas dikitz...

Item : XMPlay Type : Software, Audio Player Author : http://Un4seen.com Publisher : http://Un4seen.com, http://softpedia.com Setelah hampir setahun, rasanya inilah player paling awet saya pakai di antara player-player hasil buruan lainnya -- WinAmp, FooBar, Zinf, Spider, etc. Produk freeware dari http://Un4seen.com ini sebenarnya tidak begitu banyak kelebihannya, bahkan fitur kegemaran saya -- crossfade -- belum ditemukan pada software ini. Lalu apa saja kehebatannya -- menurut kacamata saya -- dibanding player-player yahuud lain yang sudah saya sebutkan? Super Ringan Saat playing state, memory yang dikonsumsi cuma berkisar 2 hingga 3 MB (maksimal 4 MB lah). Ini jauh lebih ringan dengan puluhan player-player buruan lain yang rata-rata di atas 6MB, bahkan FooBar sendiri -- yang diklaim super ringan oleh vendor dan para penggunanya -- mencapai 13MB setelah ditambah kemampuan crossfade. Hemat resource ini tetap dipertahankan meski bejibun skin dipasang dan diapply pada aplikasi ini. Dynamic Gain Ini adalah hal default yang tidak -- belum -- saya temukan pada player lain. Bayangkan jika playlist anda berisi single-single dari bermacam-macam artis yang di-rip dengan level volume yang berbeda-beda output desibelnya -- tentu mengurangi kenyamanan kuping kan? -- dan aplikasi ini menyediakannya secara default! Reverb Secara 'bawaan', XMPlay memiliki kemampuan reverb yang tinggal diatur level dan cutoff value-nya. Saya sendiri sering mengaktifkan fitur ini saat membuka playlist berisi lagu-lagu akustik atau orkestra dan kuartet. Kekurangan? Pada level aplikasi sekelasnya, yang jelas kekurangannya bejibun pulak. Ayo kita sebut satu persatu (siapa tau developernya menemukan uneg-uneg ini dan lalu respek, hehe) Plugin Availability Sulit sekali menemukan plugin dari 3rd party untuk software ini. Di situs resminya sih banyak, tapi masih jauh dari yang diharapkan, seperti crossfader, bass-booster, dan fx lain yang dengan mudah didapat untuk player lain -- Winamp dan foobar misalnya -- masih belum saya temukan untuk XMPlay tercinta ini. Playlist Management Untuk urusan urus mengurus urusan playlist jelas tak bisa dibandingkan dengan FooBar. Dan celakanya -- dan ini yang paling parah -- item yang kebetulan sedang diplay akan langsung berhenti jika diremove dari playlist. Kekurangan lain adalah tak ada kemudahan one-click-reset yang bisa membersihkan playlist dengan sekali klik. Alhasil, jurus andalan Ctrl + A lalu Del masih harus dipakai. Hm.. sudah dulu yah, waktunya cari duit, hehe... Mau ikut nyoba XMPlay? Software ini bisa ditemukan di http://softpedia.com/ pada kategori Audio Player, atau di situs resminya, http://un4seen.com/ . Met ber-apa aja dah... Chayyooo......
عبد العزيز

Create your badge